Sleman (Humas Kemenag DIY) — Tim Humas, Data dan Informasi serta Kerukunan Umat Beragama (HDI dan KUB) Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Program Sekolah Moderasi di SMAN 1 Sleman, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memantau implementasi nilai-nilai moderasi beragama sekaligus mengidentifikasi praktik-praktik baik yang dapat dikembangkan di sekolah lain.
Rombongan Tim HDI dan KUB diterima langsung oleh Kepala SMAN 1 Sleman, Wahyu Setya Graha Priyadi, beserta jajaran guru di ruang pertemuan sekolah. Dalam sambutannya, Wahyu menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim monev dan menegaskan komitmen sekolah untuk menyajikan data secara objektif.
“Kami menyampaikan data apa adanya tanpa rekayasa. Monitoring dan evaluasi merupakan kesempatan bagi kami untuk memperoleh masukan demi pengembangan sekolah yang lebih baik," ujar Wahyu.
Ia menjelaskan bahwa SMAN 1 Sleman telah membangun budaya kebersamaan dan saling menghormati antarwarga sekolah. Menurutnya, nilai-nilai moderasi beragama telah diterapkan dalam berbagai aktivitas keseharian, sehingga tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan harmonis.
Sementara itu, Ketua Tim HDI dan KUB Kanwil Kemenag DIY, Imam Khoiri, mengatakan bahwa program Sekolah Moderasi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga, merawat, dan melestarikan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis di tengah keberagaman.

"Masih terdapat sejumlah persoalan terkait hubungan antarumat beragama yang menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, pendidikan moderasi beragama sejak di bangku sekolah menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang memiliki cara pandang toleran, menghargai perbedaan, dan mampu hidup berdampingan secara damai," ungkap Imam.
Ia menjelaskan bahwa SMAN 1 Sleman telah ditetapkan sebagai Sekolah Moderasi oleh Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, tim ingin melihat perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi praktik-praktik baik yang telah diterapkan, serta menggali berbagai masukan yang dapat menjadi bahan penyempurnaan program di masa mendatang.
"Harapan kami, praktik-praktik baik yang telah berjalan di SMAN 1 Sleman dapat menjadi inspirasi dan direplikasi di sekolah-sekolah lain sehingga penguatan moderasi beragama semakin meluas dan berkelanjutan," tambahnya.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok menggunakan instrumen tujuh aspek penilaian Sekolah Moderasi. Diskusi melibatkan tim monev bersama pihak sekolah untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus merumuskan rekomendasi penguatan implementasi moderasi beragama di lingkungan pendidikan. (don/bap)c