Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Tim Kerukunan Umat Beragama (KUB) dan Pembinaan Masyarakat Konghucu menyelenggarakan Webinar Penguatan Capacity Building Duta Moderasi secara daring, Selasa (29/9/2026). Kegiatan mengangkat tema “Dewasa di Ruang Digital: Duta Moderasi Melawan Narasi Kekerasan.”
Ketua Tim KUB dan Pembinaan Masyarakat Konghucu, Imam Khoiri, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa tema tersebut relevan dengan kehidupan generasi muda yang semakin lekat dengan internet. Rata-rata penggunaan internet oleh generasi Z mencapai sekitar tujuh jam per hari.
Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam mengakses dan memproduksi pengetahuan. Namun, ruang digital juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran disinformasi dan paham keagamaan ekstrem.
Imam Khoiri menyebut internet kini menjadi salah satu sumber utama informasi keagamaan bagi generasi muda, dengan persentase 25,1 persen, disusul tokoh agama 23,6 persen dan orang tua 21,3 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembentukan keberagamaan generasi muda berlangsung melalui ruang digital sekaligus keluarga dan lingkungan sosial.
Narasumber webinar, Aji Tri Santoso, S.Kom., Pranata Komputer Kanwil Kemenag DIY, mendorong Duta Moderasi untuk turut mengisi ruang digital dengan konten yang damai, mencerahkan, dan sehat. Menurutnya, duta tidak cukup menjadi pengguna informasi, tetapi juga perlu berperan sebagai produsen konten positif.
Kanwil Kemenag DIY telah menyiapkan website Duta Moderasi yang dapat dimanfaatkan untuk mempublikasikan gagasan maupun praktik baik moderasi beragama di lingkungan masing-masing.
“Duta Moderasi dapat menulis dan mengunggah gagasan maupun praktik-praktik baik yang dilakukan di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, pengalaman baik dapat menginspirasi masyarakat yang lebih luas,” jelas Aji.
Ia menambahkan, karya yang dipublikasikan melalui website juga dapat menjadi bagian dari profil personal dan portofolio digital. Jejak digital yang positif dapat memberikan nilai tambah bagi para duta ketika melanjutkan pendidikan, mencari beasiswa, maupun memasuki dunia kerja.
“Jejak digital sekarang menjadi bagian dari profil seseorang. Karena itu, mari kita bangun jejak digital yang positif melalui karya, gagasan, dan praktik baik yang kita lakukan,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag DIY berharap Duta Moderasi mampu menggunakan ruang digital secara bijak sekaligus berkontribusi dalam memperkuat perdamaian, kerukunan, dan moderasi beragama.