Feature Terbit Senin, 29 Juni 2026
146x dibaca

Dari Sloka ke Panggung: Praktik, Tantangan, dan Dinamika Lomba Palawakya Tingkat Kabupaten

UDG
Dari Sloka ke Panggung: Praktik, Tantangan, dan Dinamika Lomba Palawakya Tingkat Kabupaten 6 menit waktu baca

72027Berawal dari Niat Ingin Tidak Ikut Lomba Berakhir Menjadi Pemenang Juara

Saya sangat bangga ketika saya sebagai pemenang lomba Utsawa Dharma Gita tingkat kabupaten pulang sebagai juara 1 dalam kategori remaja putra, awalnya saya tidak berniat ingin ikut dalam lomba tersebut dikarenakan saya itu ingin fokus sekali dengan sekolah saya, yang di mana itu sudah mendekati hari di mana saya ulangan, tapi saya dipaksa ikut dalam lomba Utsawa Dharma Gita ini sebagai kontingen kabupaten Bantul pada awal hari pertama latihan saya dimasukkan ke cabang lomba pengapalan sloka Bhagavad gita, tapi saya menolak hal tersebut dikarenakan saya bilangnya hal ini sudah mendekati dengan ujian akhir semester genap saya akhirnya saya ditanya sekali lagi, "kalau begitu Rama ingin masuk lomba kategori apa?" Awalnya saya bingung ingin masuk kategori apa lombanya hasil saya coba-coba lihat nih ada apa nih yang kurang ternyata yang kurang ada di Utsawa membaca palawakya nah karena saya pikirnya gini daripada saya menghafal dan itu juga akan ribet saya untuk nanti kedepannya mending saya membaca alhasil dimasukkan lah saya ke kategori lomba palawakya awalnya sudah ada pasangan untuk membacanya itu berawal dari dia sudah mendaftar dulu untuk mengikuti lomba tetapi ternyata dia itu dipilih dari kontingen kota juga pembacanya ini jadi dikarenakan hal tersebut wali dari anak ini pun yang tidak ingin mengecewakan dua kabupaten itu kabupaten Bantul dan kota akhirnya memutuskan bahwa anaknya tidak usah ikut lomba saja

Alhasil ya saya awalnya tidak memiliki pasangan saat itu saya kebingungan nih di mana nih nyari pasangan pas pas banget kayak gini gitu tanggal 28 itu hari apa kan hari Minggu ternyata saya lihat wah ini ada yang bisa nggak ya akhirnya coba saya itu hubungi salah satu teman saya yang sebenarnya saat ini lagi PKL ya, PKL 6 bulan di daerah Bantul saya coba hubungin dia, "bro lu bisa nggak ikut gua jadiin pasangan gitu, membaca artian dari palawakya" awalnya si bro mau ikut jadiin pengarti saya sebagai cabang lomba palawakya tingkat remaja saat itu tetapi ternyata dia tidak bisa ikut karena katanya dia ingin mempersiapkan materi PKL dia ke atasannya pas lagi PKL Dia disuruh presentasi hasil laporan dia selama berapa minggu atau berapa bulan saat dia masih kerja di sana selama itu nah pada akhirnya saya bilang lagi ke panitianya bahwa teman saya tidak bisa pada saat yang sama ternyata ada juga kontingen dari cabang lomba membaca sloka tingkat remaja putra yang juga pengartinya tidak bisa hadir karena ternyata dia diikutkan dengan lomba taekwondo saat itu alhasil dia juga tidak memiliki yang mengartikan slokanya itu nah singkat cerita saya latihan bersama guru saya sekaligus juri pada saat itu yang nama beliau adalah pak Budi Sanyoto beliau adalah guru dari cabang lomba palawakya tingkat remaja sampai dewasa, pada selama latihan itu kira-kira 2 bulan latihan membaca palawakya dan saya terus mengalami perubahan berawal dari cara bicara saya gimana caranya diajarkan cara penarikan nafas yang betul gimana itu menggunakan kerongkongan saya yang dalam gimana cara saya mengeluarkan suara itu

Berawal dari kerongkongan saya biar keluar gitu yang napasnya itu dari nafas perut, Saya diajarkan terus-menerus gimana cara baca yang benar seperti baca a nya gimana e nya gimana dan baca biasanya kayak gimana awalnya pada awal selama latihan saya diberi materinya saya baca dan pak Budi menjelaskan cara bacanya selesai terus latihan di rumah mau itu di jalan di rumah sampai di sekolah pun saya sempat sempetin latihan kongkon saya ini supaya bisa mengeluarkan suara yang bagus pada akhir bulan pertama latihan Astungkara nya suara saya sudah mulai bagus menghasilkan vibra dan kekuatan yang pas untuk mengucapkan selokannya tapi saya tidak berhenti sampai situ saja saya terus melatih suara saya Latih Vibra nya pada rapat yang kedua yaitu bersama para murid-murid kontingen kabupaten Bantul panitia mengumpulkan kami semua dalam rangka ingin memberikan lagi penjelasan tentang gimana caranya lombanya besok itu alhasil panitia juga membicarakan tentang saya dan sebagai pembaca palawakya tingkat remaja akhirnya dibicarakan pas di depan prajurit awalnya bingung siapa nih yang akan jadi penerjemah saya akhirnya dilihatlah teman saya yaitu Rio sebagai penerjemah saya awalnya dia masuk dalam lomba membaca seloka tingkat remaja juga tetapi dikarenakan temannya ini tidak bisa masuk gara-gara ada lomba taekwondo akhirnya dia sendirian sama seperti saya tapi juri melihatnya sebagai sebuah peluang akhirnya dia disuruh masuk ke pengerti pala wakil saya pada saat itu juga juri pun memutuskan bahwa Rio dimasukkan dalam penerjemah palawakya tingkat remaja tidak sampai di situ awalnya latihan ini cukup disibukkan dengan Rio yang belum terbiasa dengan gimana cara pengucapan yang benar untuk pengertiannya gimana cara dia mengatur ekspresinya suaranya yang keluar ataupun gaya untuk dia menerangkan tentang menerjemahkan arti dari slokanya ini hasil teruslah dilatih dia oleh pak Budi Sanyoto dilatih terus akhirnya pada gladi bersih beberapa hari sebelum lomba dimulai Rio sudah lumayan bagus dia mulai bagus untuk pengertiannya cuman kekurangan dia sama seperti saya yaitu sama-sama kecepatan untuk membaca dan mengartikan palawakya ini alhasil ya kami kena kritik deh sama pelatih kami pelatih kami pak Budi mengatakan bahwa tidak usah terburu-buru dalam mengartikan dan membaca ini terpenting jika kamu di dalam panggung kehormatan kamu harus tetap rileks dan santai untuk membacanya jangan tergesa-gesa apalagi terburu-buru untuk membaca dan mengartikannya anggap saja bahwa penontonnya itu tidak ada jadi kamu membacanya dengan santai pelan dan tenang karena ucapan beliau masih terngiang yang di kepala saya hingga saat ini saya terus melatih gimana cara saya baca dan teman saya si Rio juga gimana cara dia mengartikannya cara baca yang benar kayak gimana pada akhirnya lomba itu pada tanggal 28 Juni tahun 2026 dimulai hari Minggu di kantor wilayah kementerian agama Republik Indonesia Daerah istimewa Yogyakarta berawal dari pembukaan hingga saya masuk ke podium lomba saya di nomor 4 pada saat nomor urut pertama hingga nomor urut ketiga itu mulai pentas mereka saya memperhatikan gimana cara mereka itu membaca palawakya nya hasil dilihat ternyata peluang kami cukup tinggi untuk memenangkan lombanya pada saat nomor kami dipanggil kami pun siap untuk memenangkan lombanya awalnya Saya gugup di depan karena ini kali pertamanya lagi saya membaca tetapi dengan dua orang Rio teman saya juga gugup untuk mengartikan tetapi saya bilang tenang dan santai saja ingat kata pak Budi semuanya harus dilakukan dengan tenang dan nyaman jangan terburu-buru saya juga mengatakan bahwa ingat gimana cara kamu untuk berkarakter untuk mengartikannya dengan jelas artian ini tentang sloka ini airnya pada akhir bait saya disoraki banyak orang dengan tepuk tangan yang sangat meriah seperti menandakan bahwa saya berhasil menggunakan nama ini pada akhirnya saya benar-benar memenangkan juara 1 lomba palawakya sebagai kontingen kabupaten Bantul tingkat remaja itulah cerita saya terima kasih

Suara Pembaca

Bagaimana artikel ini menurut Anda?

Pilih satu reaksi untuk menampilkan respons Anda. Hasil akan langsung diperbarui setelah pilihan dikirim.
Total Respons 15
Pilih reaksi untuk artikel ini.

Bagikan Artikel Ini

Pilih platform atau salin tautan langsung.

Preview artikel Dari Sloka ke Panggung: Praktik, Tantangan, dan Dinamika Lomba Palawakya Tingkat Kabupaten

Smart Share Preview

Dari Sloka ke Panggung: Praktik, Tantangan, dan Dinamika Lomba Palawakya Tingkat Kabupaten

Salin link atau bagikan langsung ke aplikasi.

Artikel Sebelumnya Catatan Para Peserta Live In Kanwil Kemenag DIY Tahun 2025 Artikel Selanjutnya Sendang Mbeji sebagai fasilitator dalam Dinamika keberagaman masyarakat