Feature Terbit Jumat, 20 Februari 2026
36x dibaca

Sedekah Laut: Saat Doa-Doa Beragam Mengalir ke Samudra yang Sama

Sedekah Laut: Saat Doa-Doa Beragam Mengalir ke Samudra yang Sama 1 menit waktu baca

Pantai Parangtritis sore itu riuh oleh warga yang membawa gunungan hasil bumi. Ada yang merapalkan doa dalam bahasa Arab, ada yang merapalnya dengan kidung Jawa, dan ada yang hening dalam meditasinya. Tradisi Sedekah Laut ini bukan sekadar urusan mistis atau wisata, melainkan ruang perjumpaan.

Di atas pasir pantai yang hitam, semua identitas melebur. Mereka tidak saling tanya

siapa Tuhanmu?

melainkan

apa yang bisa kita syukuri hari ini?

Samudra di selatan Jogja itu seolah menjadi pengingat: seberapa pun bedanya arus sungai di daratan, mereka semua bermuara pada hamparan air yang sama.

Suara Pembaca

Bagaimana artikel ini menurut Anda?

Pilih satu reaksi untuk menampilkan respons Anda. Hasil akan langsung diperbarui setelah pilihan dikirim.
Total Respons 1
Pilih reaksi untuk artikel ini.

Bagikan Artikel Ini

Pilih platform atau salin tautan langsung.

Preview artikel Sedekah Laut: Saat Doa-Doa Beragam Mengalir ke Samudra yang Sama

Smart Share Preview

Sedekah Laut: Saat Doa-Doa Beragam Mengalir ke Samudra yang Sama

Salin link atau bagikan langsung ke aplikasi.

Artikel Sebelumnya Menjahit Harmoni di Balik Riuh Pasar Beringharjo